Lpmsemesta— Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 8 Universitas Madura (Unira) secara resmi mengakhiri masa pengabdian masyarakat di Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Acara penutupan dan lepas pisah tersebut digelar di Balai Desa Dasok pada Selasa (11/08/2026) malam.
Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa Dasok beserta perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat ini menjadi momen perpisahan sekaligus bentuk apresiasi atas pengabdian mahasiswa selama 28 hari. Sebelum acara dimulai, suasana terlebih dahulu dimeriahkan dengan penampilan musik tradisional Daul Dhoe Angien.
Koordinator Desa (Kordes) KKN 8 Unira, Mohammad Hamdani, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Dasok dan masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan baik selama menjalankan pengabdian. Ia juga menyampaikan program inovasi yang dibuat untuk membantu masyarakat, khususnya petani, berupa alat yang dapat memudahkan proses penaburan pupuk.
“Kami melihat bahwasanya masyarakat di desa ini saat menabur pupuk mayoritas dilakukan secara manual. Maka dari itu, kami membuat sebuah inovasi untuk memudahkan masyarakat, terutama para petani,” ujar Hamdani.
Hamdani berharap program tersebut dapat memberikan manfaat dan terus dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama 28 hari menjalankan KKN terdapat perkataan maupun tingkah laku mahasiswa yang kurang berkenan.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kusyairi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Dasok serta masyarakat yang telah menerima dan mendampingi 25 mahasiswa KKN selama 28 hari. Kusyairi juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama kegiatan terdapat mahasiswa yang kurang sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat.
“KKN merupakan salah satu kewajiban mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala desa, perangkat desa, dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa kami,” tutur Kusyairi.
Kusyairi juga berpesan agar mahasiswa tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat Desa Dasok meskipun kegiatan KKN telah berakhir. Ia berharap para mahasiswa dapat segera melanjutkan tahapan akademik berikutnya hingga menyelesaikan studi.
Kepala Desa Dasok, Fathorrasyid, S.Pd.I., turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa selama berada di desa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan lapangan, tetapi juga berusaha melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Fathorrasyid juga menyampaikan terima kasih kepada DPL yang telah membimbing mahasiswa selama 28 hari serta memohon maaf apabila terdapat kekurangan dari perangkat desa maupun masyarakat selama mendampingi mahasiswa KKN.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada dosen pembimbing lapangan yang selama 28 hari telah membimbing adik-adik KKN. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan diterima dengan baik,” ujarnya.
Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan penayangan video kenangan KKN yang menampilkan berbagai kegiatan mahasiswa selama 28 hari di Desa Dasok, mulai dari pelaksanaan program kerja hingga momen kebersamaan bersama masyarakat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada Kepala Desa Dasok, Fathorrasyid, S.Pd.I., oleh Koordinator Desa (KORDES) sebagai bentuk terima kasih atas dukungan dan kerja sama selama kegiatan KKN berlangsung.
Malam penutupan semakin semarak dengan penampilan musik tradisional Daul Dhoe Angien. Kesenian khas Madura tersebut menjadi hiburan sekaligus penutup rangkaian acara lepas pisah KKN Kelompok 8 Unira di Desa Dasok.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, mahasiswa resmi kembali ke kampus dengan membawa berbagai pengalaman, kenangan, serta hubungan baik yang telah terjalin bersama masyarakat selama 28 hari pengabdian.






