DJTD 2026 LPM Semesta Universitas Madura: Cetak Jurnalis Muda Beretika dan Berani Ungkap Fakta

  • Bagikan

 

PAMEKASAN ( 31/10/2026 ) – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Semesta Universitas Madura menggelar Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) 2026 dengan mengusung tema “Lontar Pena Meniti Etika, Mengungkit Fakta di Era Digital”. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk jurnalis muda yang kritis, kreatif, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi di tengah perkembangan teknologi digital.

Example 300x600

Dalam sambutannya, demisioner Pimpinan Umum LPM Semesta periode 2025–2026, Pena Nur Aisah Fitri, mengajak seluruh peserta menjadikan DJTD sebagai ruang belajar, berkarya, dan menyampaikan aspirasi. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar formalitas untuk menjadi anggota LPM Semesta, melainkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan mengembangkan kemampuan jurnalistik.

“Jadikan forum ini sebagai tempat untuk kalian belajar, berkarya, dan juga bersuara, agar nantinya kalian bisa menjadi calon generasi jurnalis muda dan generasi emas bangsa,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, peserta DJTD diharapkan mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang berpengetahuan, kritis, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, Mandataris Pimpinan Umum LPM Semesta Universitas Madura periode 2026–2027, Yudi Baihaki, menegaskan bahwa DJTD merupakan tonggak awal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan dan mengenal lebih jauh dunia jurnalistik. Ia menjelaskan bahwa LPM Semesta tidak hanya berfokus pada jurnalistik, tetapi juga memberikan ruang pengembangan kemampuan fotografi, videografi, dan desain grafis.

Ia mengingatkan bahwa keberanian dalam menyampaikan fakta harus tetap berjalan beriringan dengan etika jurnalistik. Menurutnya, kebebasan menulis bukan berarti mengabaikan tanggung jawab atas informasi yang disampaikan.

“Silakan kalian menulis apa pun, akan tetapi jangan sampai menghilangkan etika kalian menulis,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa LPM Semesta memiliki peran sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa yang belum tersalurkan. Karena itu, pers mahasiswa harus mampu menjadi ruang penyambung suara mahasiswa dengan tetap berpegang pada prinsip dan kode etik jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari 99 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 68 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti DJTD 2026. Ia menegaskan bahwa jumlah kader bukan menjadi ukuran utama keberhasilan organisasi, melainkan komitmen dan loyalitas anggota dalam menjalankan proses kaderisasi.

“Kami tidak membutuhkan kader yang banyak, tetapi yang kami butuhkan adalah komitmen kalian terhadap Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Madura,” ujarnya.

Dalam sambutan berikutnya, Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Madura, Bapak Nilam Ramadhani, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan DJTD 2026. Ia berharap kepengurusan baru LPM Semesta mampu melanjutkan berbagai program positif dari kepengurusan sebelumnya sekaligus menghadirkan inovasi dan kolaborasi untuk mengembangkan organisasi.

Menurutnya, LPM Semesta memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kemampuan mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Ia menilai masih banyak potensi mahasiswa Universitas Madura yang perlu dikembangkan melalui ruang belajar, kreativitas, dan pengalaman berorganisasi.

“Kalau Anda mau berproses, mau sukses, ayo. Kalau saya semangat, ketua umum semangat, tetapi Anda tidak semangat, ya tidak bisa. Jadi bagaimana, ayo kita sama-sama bergerak,” pesannya kepada peserta.

Bapak Nilam juga mengingatkan bahwa hasil dari proses belajar dan berorganisasi tidak selalu dapat dirasakan secara langsung. Menurutnya, pengalaman, keterampilan, serta keberanian yang diperoleh selama berproses di LPM Semesta dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mahasiswa pada masa mendatang.

Ia turut mendorong peserta agar tidak mudah merendahkan kemampuan diri sendiri. Mahasiswa, khususnya generasi muda, dinilai memiliki kreativitas dan potensi yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital, terutama dalam bidang jurnalistik dan multimedia.

Selain itu, ia berpesan agar seluruh anggota menjaga komunikasi, kekompakan, serta saling mendukung dalam menjalankan program kerja organisasi. Dukungan terhadap kepengurusan, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan umum, tetapi juga seluruh anggota LPM Semesta.

Menutup sambutannya, Nilam secara resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar LPM Semesta Universitas Madura 2026 dengan membaca basmalah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh peserta.

Melalui DJTD 2026, LPM Semesta diharapkan mampu melahirkan generasi pers mahasiswa yang tidak hanya terampil menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga memiliki keberanian, integritas, dan tanggung jawab dalam mengungkap fakta. Semangat tersebut menjadi bekal penting bagi pers mahasiswa untuk terus menjalankan perannya sebagai penyampai informasi sekaligus penyambung aspirasi di lingkungan kampus.

banner 325x300
Penulis: Alda
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *