Lpmsemesta — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 19 Desa Bunder sukses melaksanakan program kerja pemanfaatan sampah plastik menjadi paving blok. Program tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi mahasiswa dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Bunder.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan limbah plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Sampah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna diolah menjadi paving blok yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari fasilitas umum di Desa Bunder.
Pemasangan paving blok hasil pengolahan sampah plastik tersebut dilaksanakan pada 6 Agustus 2026. Paving blok tersebut dimanfaatkan sebagai salah satu fasilitas penyambutan atau penanda perbatasan wilayah Desa Bunder.
Salah satu anggota KKN Posko 19, Siti Ulfatuz Zainiyah, menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan bukan hanya untuk menghasilkan sebuah produk, tetapi juga sebagai upaya mengurangi permasalahan sampah plastik yang ada di lingkungan masyarakat.
“Tujuan dari pembuatan paving blok dari plastik bekas ini adalah untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, kami ingin memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujar ulfa.
Menurutnya, program tersebut juga diharapkan dapat memberikan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengolah limbah plastik menjadi produk yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
“Kami juga berharap masyarakat mendapatkan keterampilan dalam mengolah limbah plastik menjadi paving blok yang dapat dimanfaatkan untuk fasilitas umum, salah satunya sebagai penanda atau perbatasan wilayah Desa Bunder,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar menghasilkan paving blok, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang sampah. Limbah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.
Ulfa berharap program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi sampah plastik, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kami berharap inovasi paving blok dari plastik bekas ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai produk yang berguna bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN Posko 19 dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkreasi dalam mengelola sampah.
“Ke depannya, semoga kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tambahnya.





