Lpmsemesta – Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Koordinator Daerah (Korda) Madura menggelar Seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) FL2MI Korda Madura 2026 pada Jumat (10/7/2026) di Aula Laboratorium Universitas Madura. Kegiatan ini mengangkat tema “Tembakau, Garam, Migas dan Upaya Sunyi Petani Madura Mencari Keadilan” sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor-sektor strategis yang menjadi penopang perekonomian Madura.
Seminar tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Madura, organisasi kemahasiswaan, akademisi, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha. Hadir sebagai narasumber, yakni H. Sidik, S.E., M.M. selaku Direktur Operasional PT Sampang Mandiri Amanah, Moh. Faridi, M.Pd. selaku Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pamekasan, Prof. Dr. Makhfud, S.Pi., M.Si. selaku Guru Besar Bidang Teknologi Penggaraman, H. Bambang Budianto selaku Owner CV Ayunda Permata Sejahtera, dan Muharram, S.T. selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan.
Ketua Pelaksana, Erwin Candra, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, tembakau, garam, dan migas merupakan tiga sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Jawa Timur maupun Indonesia, namun para pelaku di sektor tersebut masih belum sepenuhnya merasakan keadilan.
“Sengaja kami mengangkat tema ‘Tembakau, Garam, Migas dan Upaya Sunyi Petani Madura Mencari Keadilan’ karena tiga komoditas ini menjadi penyumbang bagi Provinsi Jawa Timur dan Indonesia. Namun, hingga hari ini para petani dan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut masih terus berjuang untuk mendapatkan keadilan,” ujar Erwin.
Ia berharap seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan serta rekomendasi yang dapat diteruskan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat Madura.
Dalam sesi seminar, para narasumber mengulas berbagai persoalan yang dihadapi petani tembakau, petani garam, hingga masyarakat di kawasan migas. Mulai dari persoalan harga, tata niaga, hilirisasi produk, hingga kebijakan pemerintah yang dinilai masih perlu diperkuat agar manfaat sumber daya alam Madura dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Selain seminar, kegiatan juga dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) FL2MI Korda Madura 2026 sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Musda menjadi agenda strategis untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, merumuskan program kerja, serta memilih kepengurusan baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan FL2MI Korda Madura.
Melalui penyelenggaraan Seminar dan Musda ini, FL2MI Korda Madura menegaskan komitmennya sebagai wadah mahasiswa legislatif untuk terus mengawal isu-isu strategis daerah. Harapannya, forum ini mampu melahirkan rekomendasi nyata yang dapat mendorong terciptanya kebijakan yang lebih adil bagi petani tembakau, petani garam, serta masyarakat di wilayah penghasil migas di Madura.












