Mahasiswa KKN Kolaborasi UNIRA–UM Dorong UMKM Padelegan Go Digital melalui Pendampingan Pengemasan, Pemasaran, dan Manajemen Usaha

  • Bagikan

Lpmsemesta– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Madura (UNIRA) dan Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program kerja bertajuk “UMKM Go Digital” sebagai upaya mendukung pengembangan potensi ekonomi di Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan di bidang pengemasan, pemasaran digital, serta manajemen usaha.

Example 300x600

Program tersebut merupakan hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih adanya pelaku UMKM yang membutuhkan pendampingan agar usahanya dapat berkembang secara lebih optimal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pamekasan yang didampingi oleh Ibu Baitur Rahmi Oktagella, S.Pi., Ibu Sri Lusia Susanti, S.Pi., dan Ibu Kamilatus Sholikha, S.Pi. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas UMKM berbasis hasil perikanan di Desa Padelegan.

Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi bersama dinas, UMKM Kerupuk Ikan Blida milik Ibu Sundari dipilih sebagai UMKM binaan karena memiliki potensi yang besar untuk berkembang, namun masih menghadapi sejumlah kendala dalam pengelolaan usaha.

Mahasiswa menemukan beberapa permasalahan, di antaranya penggunaan kemasan yang belum memenuhi standar food grade, sehingga kurang optimal dalam menjaga kualitas produk. Selain itu, kemasan masih sederhana dan belum memiliki identitas usaha berupa logo, merek, maupun desain yang menarik. Dari sisi manajemen usaha, harga jual produk juga masih ditentukan secara sederhana tanpa memperhitungkan Harga Pokok Produksi (HPP) maupun Break Even Point (BEP), sehingga keuntungan yang diperoleh belum maksimal.

Program pendampingan mulai dipersiapkan sejak 30 Juni 2026. Tahap awal diawali dengan observasi langsung terhadap usaha Kerupuk Ikan Blida milik Ibu Sundari untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi pengembangannya. Selanjutnya, mahasiswa melakukan pemasangan titik koordinat lokasi usaha agar dapat terdaftar di Google Maps.

Selama tiga hari berikutnya, mahasiswa menyusun berbagai kebutuhan pendampingan, mulai dari pembuatan logo, desain stiker produk, kemasan, banner usaha, pemilihan plastik vakum berstandar keamanan pangan, hingga penyusunan konsep promosi digital. Seluruh hasil pendampingan kemudian melalui tahap quality control untuk memastikan kualitas dan kesiapan implementasinya.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada 6 Juli 2026 melalui pelatihan kepada pelaku UMKM. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan mengenai teknik pengemasan, mulai dari perakitan kardus kemasan, pemasangan stiker produk, penggunaan kemasan berbahan food grade, hingga pelatihan penggunaan alat vacuum sealer. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan daya simpan produk, menjaga kebersihan, serta menghadirkan tampilan kemasan yang lebih profesional.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha, mahasiswa KKN Kolaborasi UNIRA dan UM juga menyerahkan satu unit alat vacuum sealer kepada Ibu Sundari. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam proses produksi sehari-hari sehingga kualitas kemasan semakin baik, produk menjadi lebih higienis, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasaran.

Tidak hanya berfokus pada pengemasan, mahasiswa juga memberikan pelatihan pemasaran digital melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp. Pelaku UMKM dibimbing membuat konten promosi sederhana, memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta memperluas jangkauan konsumen melalui platform digital.

Selain itu, mahasiswa memberikan pelatihan mengenai penentuan harga jual melalui perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Break Even Point (BEP) menggunakan spreadsheet sederhana. Pendampingan ini bertujuan membantu pelaku usaha menentukan harga jual secara lebih tepat berdasarkan biaya produksi sehingga mampu memperoleh keuntungan yang layak sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.

Ibu Sundari selaku pemilik UMKM Kerupuk Ikan Blida mengaku sangat terbantu dengan adanya program pendampingan tersebut.

“Terima kasih kepada adik-adik KKN karena sudah membantu usaha Kerupuk Ikan Blida milik saya. Semoga ke depannya usaha ini semakin maju dan semakin laris,”ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ibu Baitur Rahmi Oktagella, S.Pi., selaku perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pamekasan yang turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan pembinaan UMKM.

“Saya bangga dengan hasilnya. Pendampingan dan pelatihan yang dilakukan mahasiswa KKN berjalan dengan sangat baik. Atas nama Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pamekasan, kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kolaborasi Universitas Madura dan Universitas Negeri Malang karena telah membantu UMKM binaan kami, mulai dari pengemasan hingga promosi usahanya,” ungkapnya.

Ia berharap hasil pendampingan tersebut dapat menjadi motivasi bagi UMKM lainnya di Desa Padelegan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas pangsa pasar.

Melalui program UMKM Go Digital, mahasiswa KKN Kolaborasi UNIRA dan UM berharap potensi ekonomi Desa Padelegan semakin dikenal luas melalui pemanfaatan teknologi digital. Penguatan identitas produk, pendampingan manajemen usaha, pelatihan pemasaran digital, hingga pemberian alat vacuum sealer menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan UMKM desa. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga menjadi fondasi bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

banner 325x300
Penulis: RifkiEditor: Munir
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *