Mahasiswa Unira Tolak RUU TNI : Sikap Rektorat Dipertanyakan

  • Bagikan

PAMEKASAN – Lpmsemesta – 21 Maret 2025, Tensi tinggi menyelimuti lingkungan Universitas Madura ketika puluhan mahasiswa yang tergabung dalam demonstrasi penolakan terhadap pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang digelar tanpa dukungan dari jajaran rektorat kampus

Aksi yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura ini diwarnai dengan kritik tajam terhadap sikap pimpinan Universitas.

Example 300x600

Izet Alfian Fatahillah, Presiden Mahasiswa Universitas Madura, dalam orasi yang disampaikan sebelum keberangkatan aksi mengkritik keras sikap rektorat yang dinilai mengkhianati semangat akademisi.

“Kita, mahasiswa yang disebut sebagai agen of change berfungsi mengontrol kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. Terutama jajaran rektorat yang kemudian seharusnya menjadi pelopor dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat malah tidak memberikan dukungan sama sekali,” ujar Izet dengan nada berapi-api di hadapan massa aksi.

Sikap rektorat yang terkesan apatis itu juga disesali oleh Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Madura, Erwin Candra. Ia menilai bahwa jajaran rektorat tidak pernah mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap gerakan penolakan RUU TNI.

“Pihak rektorat tidak pernah memberikan pernyataan untuk mendukung daripada gerakan penolakan terhadap RUU TNI ini,” tegas Erwin.

Ketidakberpihakan jajaran rektorat dalam aksi ini menunjukkan adanya jurang pemisah antara mahasiswa dan pimpinan kampus. Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pihak rektorat mengenai semua ini. Izet menilai, sikap diam rektorat bisa jadi merupakan strategi untuk menjaga netralitas akademik atau justru bentuk keengganan untuk berhadapan dengan kekuatan politik di balik RUU kontroversial tersebut.

Demo yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan ini diikuti puluhan mahasiswa dan berlangsung dengan damai, meskipun sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa aksi aparat kepolisian. Para peserta aksi membawa berbagai spandu dan poster yang berisi kritikan terhadap pengesahan UU TNI yang dinilai memberikan kewenangan terlalu besar kepada militer.

Mahasiswa berjanji akan terus melakukan aksi serupa hingga suara mereka didengar oleh pemerintah, dengan atau tanpa dukungan dari pihak rektorat.

“Kami tidak akan berhenti. Ini bukti bahwa semangat reformasi masih berkobar di kalangan mahasiswa meski institusi kami sendiri mungkin sudah kehilangan nyali untuk bersuara,” tutup Izet.

banner 325x300
Penulis: FirdausEditor: Ahmad Faiq
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *