LPM Semesta –Duta Kampus Universitas Madura (UNIRA) menggelar Seminar Penyuluhan bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi” pada Senin, 26 Mei 2025.
Acara yang bertempat di Aula Laboratorium Bersama Kampus Universitas Madura ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi.
Duta kampus menghadirkan narasumber kompeten dalam seminar ini, yakni Mohammad, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas PPKPT UNIVERSITAS MADURA.
Ferdy Prayoga, selaku ketua Duta Kampus UNIRA, mengungkapkan bahwa seminar penyuluhan ini merupakan komitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan kondusif.
“Seminar ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah manifestasi konkret dari komitmen kita bersama untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan kondusif bagi mahasiswa, terkhusus di kampus UNIRA,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden Mahasiswa (Presma) UNIRA, Izet Alfian Fatahillah, menyampaikan bahwa kekerasan fisik dan psikologis sering terjadi di perguruan tinggi. Hal ini mendasari perlunya pencegahan dan pengawalan bersama jika terjadi.
“Hari ini sering terjadi di perguruan tinggi, bukan hanya bentuk kekerasan fisik melainkan juga kekerasan psikologis. Hal ini yang kemudian menjadi landasan dasar kita untuk sama-sama mencegah ini terjadi dan apabila hal ini terjadi, maka kita harus sama-sama mengawalnya,” tuturnya.
Wakil Rektor UNIRA juga menyampaikan harapannya bahwa Universitas Madura tahun lalu telah menjadi bagian dari rilis 4 anti: anti-intoleransi, anti-korupsi, anti-narkoba, dan anti-kekerasan seksual.
“Harapan kami, Universitas Madura tahun kemarin itu sudah menjadi bagian dari rilis 4 anti, yakni anti-intoleransi, anti-korupsi, anti-narkoba, dan anti-kekerasan seksual,” ungkap Moh Zali.















