Opening Mafia Fest dan Seresehan Nasional Bahas Dinamika Tembakau dan Rokok Ilegal di Madura

  • Bagikan

Lpmsemesta — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) Universitas Madura (UNIRA) menggelar kegiatan Opening Mafia Fest dan Seresehan Nasional (28/09/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Tembakau dan Rokok Ilegal: Dinamika Ekonomi serta Tantangan bagi Masyarakat Madura.”

Example 300x600

 

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Mursuto Alfianto, S.H., M.H. sebagai pemateri pertama dan Sulaisi Abdurrazaq, S.H., M.IP. sebagai pemateri kedua. Dalam kegiatan tersebut, kedua pemateri membahas kondisi tembakau, persoalan rokok ilegal, serta berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat Madura, khususnya para petani tembakau.

 

Pada materi pertama, Mursuto Alfianto membahas sejarah dan perkembangan tembakau di Madura. Ia menyampaikan bahwa tembakau Madura dikenal sebagai salah satu tembakau terbaik. Dalam pemaparannya, sejarah penanaman tembakau di Madura disebut telah berkembang sejak masa Hindia Belanda dan salah satu daerah yang menjadi awal penanamannya adalah Proppo.

 

Selain membahas sejarah, ia juga menyinggung persoalan tata niaga tembakau yang dinilai telah memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat Madura. Tembakau yang dihasilkan dari Madura banyak didistribusikan ke daerah lain, sementara industri pengolahan dan produksi rokok dalam skala besar tidak berkembang secara sebanding di Madura.

 

Pembahasan kemudian berlanjut pada persoalan rokok ilegal. Dalam materi tersebut, masyarakat diajak untuk tidak hanya melihat istilah ilegal, tetapi juga memahami kondisi ekonomi dan sosial yang melatarbelakangi munculnya peredaran rokok ilegal di masyarakat.

 

Sementara itu, pemateri kedua, Sulaisi Abdurrazaq, membahas kondisi kemiskinan dan persoalan ekonomi masyarakat Madura. Ia menyoroti kondisi Sampang yang disebut sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi di Madura. Menurutnya, Madura memiliki berbagai sumber daya, salah satunya garam dan tembakau, tetapi keberadaan sumber daya tersebut belum sepenuhnya memberikan timbal balik berupa pengembangan industri dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

 

Ia juga mendorong tumbuhnya pengusaha lokal yang mampu membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, petani masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari posisi tawar yang lemah, modal usaha, hingga ketergantungan terhadap pihak lain dalam proses produksi dan pemasaran hasil pertanian.

 

Dalam pemaparannya, Sulaisi juga menyoroti kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan petani tembakau. Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan perubahan regulasi mengenai distribusi pupuk bersubsidi yang menurutnya berdampak terhadap petani tembakau. Kondisi tersebut dinilai dapat menambah beban petani yang sudah menghadapi persoalan modal, utang, serta risiko kerugian dalam kegiatan pertanian.

 

Ia menggambarkan kondisi masyarakat Madura, khususnya kelompok pekerja, melalui istilah 3D, yaitu Dirty, Difficult, dan Dangerous. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan pekerjaan yang berat, berisiko, dan memiliki tantangan besar tetapi tetap dijalankan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sejumlah gagasan sebagai solusi terhadap persoalan yang dihadapi petani tembakau dan masyarakat Madura. Beberapa di antaranya adalah melakukan evaluasi atau revisi terhadap regulasi yang dinilai merugikan petani tembakau, menciptakan regulasi yang lebih adil, memberantas peredaran rokok ilegal, serta memberikan pembinaan terhadap produksi rokok rakyat yang memiliki badan hukum dan memenuhi kewajiban cukai.

 

Selain itu, terdapat gagasan agar Madura dapat dikembangkan sebagai kawasan ekonomi khusus yang berkaitan dengan komoditas tembakau. Gagasan tersebut diharapkan dapat mendorong pengolahan tembakau di daerah asal, memperkuat pelaku usaha lokal, serta meningkatkan nilai ekonomi yang diterima masyarakat Madura.

 

Melalui Opening Mafia Fest dan Seresehan Nasional ini, BEM FIA UNIRA tidak hanya mengangkat persoalan tembakau dan rokok ilegal dari sisi ekonomi, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai kebijakan, kesejahteraan petani, industri lokal, serta masa depan masyarakat Madura dalam mengelola potensi daerahnya.

banner 325x300
Penulis: Dila
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *