Lpmsemesta — Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Madura didorong untuk tidak berhenti berpartisipasi dalam demokrasi setelah pemilu usai. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sekolah Demokrasi dan Opening Ceremony Legislative Fest FEB Universitas Madura, Senin (28/9/2026).
Mengusung tema “Sinergi Legislatif, Penyelenggara Pemilu, dan Mahasiswa dalam Membangun Demokrasi yang Berdampak bagi Kemajuan Ekonomi Daerah,” kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami peran mereka dalam mengawal demokrasi dan kebijakan publik.
Ketua Umum DPM FEB Universitas Madura, Zainuddin, menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap kritis dan terlibat dalam mengawal kebijakan publik, bukan hanya ketika momentum pemilu berlangsung. “Mahasiswa tidak boleh hanya ramai ketika pemilu saja, tetapi diam ketika kebijakan banyak yang dipertanyakan.” ungkapnya.
Menurut Zainuddin, kritik mahasiswa perlu disertai gagasan dan solusi agar keterlibatan mereka dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Dekan FEB Universitas Madura Dr. Rahman Hakim, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi praktik demokrasi, baik di pemerintahan maupun lingkungan perguruan tinggi. “Harapannya kita bisa merenung bersama. Kira-kira apa yang kurang dari sistem demokrasi kita, entah di pemerintahan atau bahkan di level perguruan tinggi.” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Madura Dr. Drs. Ec. H. Ghazali, M.M., Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan H. Ali Maskur, S.H., Ketua Bawaslu Kabupaten Pamekasan Sukma Umbara Tirta Firdaus, M.M., serta Anggota KPU Kabupaten Pamekasan Muhammad Amiruddin, S.Pd.I.
Rangkaian Legislative Fest FEB Universitas Madura selanjutnya akan dilanjutkan dengan sejumlah agenda untuk beberapa hari kedepan, termasuk Kemah Bakti Mahasiswa Legislatif. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berdialog, menyampaikan aspirasi, serta memahami persoalan masyarakat secara lebih dekat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi peserta dalam proses demokrasi, tetapi juga ikut mengawal kebijakan dan menyuarakan kepentingan masyarakat.







