Lpmsemesta— Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 11 Universitas Madura (Unira) secara resmi mengakhiri masa pengabdian masyarakat di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Acara penutupan dan lepas pisah tersebut digelar meriah di Lapangan Futsal Desa Pagagan pada Minggu (09/08/2026) malam.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat ini menjadi momen perpisahan emosional sekaligus bentuk apresiasi atas program kerja yang telah dijalankan selama kurang lebih satu bulan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN 11 Unira, Rohim. Dalam penyampaiannya, Rohim mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah desa dan warga Pagagan atas sambutan hangat serta bimbingan selama mahasiswa menjalankan program pengabdian. Ia juga memaparkan berbagai program kerja unggulan yang telah diselesaikan, di antaranya pembuatan batas gapura desa, penanaman 200 pohon mangrove untuk mitigasi bencana, penyediaan tempat sampah di setiap dusun, pendampingan digitalisasi UMKM lokal (seperti petis dan ikan kering), hingga penyusunan video profil desa.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Fairus Zabadi, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak desa yang telah menerima mahasiswa Unira dengan tangan terbuka. Fairus secara resmi melepaskan dan menarik kembali 25 mahasiswa KKN 11 Unira untuk kembali melanjutkan aktivitas akademik di kampus.
Kepala Desa Pagagan, Mohammad Huri, juga memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas kontribusi positif yang dibawa oleh para mahasiswa. Pihak desa menilai keberadaan mahasiswa KKN Unira memberikan warna baru serta membantu mendorong potensi lokal, khususnya dalam hal digitalisasi dan penataan lingkungan desa.
Salah satu sesi yang paling menyedot perhatian dan mengharukan penonton adalah pemutaran video dokumenter profil Desa Pagagan serta kilas balik kenangan kegiatan mahasiswa selama 28 hari masa KKN. Tayangan tersebut menampilkan momen kebersamaan mahasiswa dengan warga, proses pengerjaan proker, hingga dinamika suka duka selama berabdi di desa.
Suasana malam penutupan semakin semarak saat memasuki acara puncak, yakni penampilan musik tradisional Daul Bringin Korong. Penampilan musik khas Madura yang juga bertepatan dengan peluncuran dekor baru tersebut sukses menghibur ratusan warga yang memadati Lapangan Futsal Desa Pagagan hingga akhir acara.







