Lpmsemesta– Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (DPM FKIP) Universitas Madura menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan tema “Sinergi Data dan Kebijakan Berbasis Bukti untuk Percepatan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Pamekasan.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pamekasan.
FGD ini merupakan forum diskusi yang membahas strategi percepatan peningkatan IPM melalui pemanfaatan data yang akurat dan kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy). Diskusi difokuskan pada sektor-sektor utama penyusun IPM, yaitu pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Kegiatan yang digagas dan diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (DPM FKIP) Universitas Madura ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, peneliti, perwakilan lembaga pendidikan, hingga stakeholder terkait yang memiliki peran dalam pembangunan manusia di Kabupaten Pamekasan.
Fahmi Ramadhani selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui standar kelayakan kehidupan masyarakat Kabupaten Pamekasan sekaligus menghimpun berbagai masukan, gagasan, dan ide dari para peserta guna mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di Kabupaten Pamekasan.
FGD dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026, di Laboratorium Universitas Madura sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan berbagai pihak untuk menyamakan persepsi serta merumuskan rekomendasi kebijakan pembangunan manusia yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Ubaidillah selaku Ketua DPM FKIP Universitas Madura berharap kegiatan ini mampu menghasilkan rekomendasi yang konstruktif untuk disampaikan kepada para pemangku kebijakan, khususnya di Kabupaten Pamekasan. Menurutnya, hasil diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program kerja pemerintah daerah di masa mendatang.
Tema ini dipilih karena peningkatan IPM tidak dapat dilakukan hanya melalui program sektoral semata. Diperlukan sinergi antarinstansi yang didukung oleh data yang valid agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan berbasis bukti, pemerintah dapat mengidentifikasi permasalahan secara lebih tepat dan menyusun solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui diskusi dan pertukaran gagasan, peserta FGD menganalisis kondisi IPM Kabupaten Pamekasan, mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan. Hasil dari FGD ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
FGD IPM yang diselenggarakan oleh DPM FKIP Universitas Madura ini menjadi langkah penting dalam membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat serta dukungan data yang akurat, Kabupaten Pamekasan diharapkan mampu mempercepat peningkatan IPM dan mewujudkan pembangunan manusia yang lebih berkualitas.
















