Mahasiswa KKN-K UM–UNIRA Belajar Kehidupan Petani Tembakau di Desa Pagendingan

  • Bagikan

Lpmsemesta– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Madura (UNIRA) dan Universitas Negeri Malang (UM) mendapat sambutan hangat dari pasangan petani tembakau, Bapak Samat dan Ibu Hosna, saat melakukan kunjungan ke rumah warga di Dusun Arsojih, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (23//6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN-K UM–UNIRA untuk memperkenalkan diri sekaligus menjalin silaturahmi dengan masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga berkesempatan belajar langsung mengenai kehidupan dan aktivitas pertanian tembakau yang menjadi mata pencaharian keluarga tersebut.

Example 300x600

Ibu Hosna menjelaskan bahwa dirinya bersama sang suami tidak hanya berprofesi sebagai petani, tetapi juga menjual bibit tembakau jenis bibit bojo. Menurutnya, lahan yang kini ditanami tembakau sebelumnya merupakan lahan yang setiap tahun ditanami jagung.

“Tahun ini pertama kali lahan tersebut ditanami tembakau. Sebelumnya ditanami jagung. Sekarang ada sekitar 2.500 bibit yang kami tanam,” ujar Ibu Hosna kepada mahasiswa KKN-K.

Sementara itu, Bapak Samat mengatakan bahwa pekerjaan sebagai petani telah dijalani keluarganya secara turun-temurun dari orang tua mereka.

“Kami bertani sejak dulu mengikuti orang tua. Memang pekerjaan kami dari dulu seperti ini,” kata Bapak Samat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN-K menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kedatangan mahasiswa yang mau turun langsung dan berinteraksi dengan warga.
“Terima kasih kepada adik-adik KKN dari Universitas Madura dan Universitas Negeri Malang yang sudah datang dan mau mengenal masyarakat di sini,” tambahnya.

Dalam suasana penuh keakraban, Ibu Hosna juga mengajak mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai cara menanam tembakau. Menurutnya, pengalaman di lapangan akan memberikan pengetahuan yang berbeda dibandingkan hanya belajar di bangku kuliah.
“Kalau mau belajar menanam tembakau, silakan. Mungkin di kampus tidak diajarkan. Biar tahu bagaimana kehidupan dan pekerjaan petani sehari-hari,” ungkapnya.
Ketua kordes tim mahasiswa KKN-K UM–UNIRA Desa Pagendingan menyampaikan bahwa kegiatan turun ke masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Selain memperkenalkan diri, mahasiswa juga ingin memahami kehidupan masyarakat serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

banner 325x300
Penulis: Ahbib
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *