7×24 Jam: BEM UNIRA Ultimatum Rektorat, Tuntut Pembenahan Kampus dan Pembaharuan Fasilitas

  • Bagikan

Lpmsemesta – Suasana kampus Universitas Madura (UNIRA) memanas pada Selasa (29/04/2025) ketika Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar audiensi langsung dengan jajaran rektorat. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa melayangkan sederet tuntutan yang dianggap krusial demi peningkatan kualitas kampus, baik dari segi akademik maupun non-akademik.

Audiensi yang berlangsung di hadapan Rektor UNIRA Dr. Drs. Ec. GAZALI, M.M., serta para wakil rektor — Dra. SRI HARINI, M.M., Dr. WIN YULI WARDANI, S.H., M.Hum., dan Dr. Ir. Moh. Zali, S.Pt., M.Agr., IPM — menjadi panggung penyampaian keresahan mahasiswa yang telah lama mengendap.

Example 300x600

Presiden Mahasiswa UNIRA, Izet Alfian Fatahillah, dengan tegas menyoroti buruknya kondisi fasilitas kampus. Ia menyebutkan perlunya pembenahan fasilitas olahraga dan perbaikan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang dinilai tidak lagi layak menampung semangat kreativitas mahasiswa.

“Fasilitas olahraga dan gedung PKM saat ini tidak mencerminkan kampus yang mendukung potensi non-akademik mahasiswa. Harus segera dibenahi,” ujar Izet.

Tak hanya soal fasilitas fisik, mahasiswa juga menyuarakan kegelisahan mereka terkait stagnasi literasi di lingkungan kampus. Minimnya koleksi buku terbaru di perpustakaan membuat mahasiswa kesulitan mencari referensi, terutama untuk kebutuhan penyusunan skripsi.

“Koleksi buku yang tersedia masih didominasi buku-buku lama. Kami minta Wakil Rektor I segera melakukan pembaharuan, karena ini menghambat peningkatan literasi mahasiswa,” tambahnya dengan nada emosional.

Isu lainnya yang ikut mencuat dalam audiensi adalah dugaan rangkap jabatan di kalangan pimpinan struktural rektorat. BEM UNIRA meminta rektorat untuk transparan dan segera menindaklanjuti permasalahan ini.

Menanggapi rentetan tuntutan tersebut, Rektor Gazali menyatakan kesiapan pihak kampus untuk merespons aspirasi mahasiswa. Ia berjanji akan segera merealisasikan hal-hal yang bisa ditindaklanjuti dalam waktu dekat, terutama perbaikan gedung PKM. Sementara isu-isu yang menyangkut regulasi dan struktural, seperti rusunawa, perpustakaan, dan rangkap jabatan, akan dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme.

“Masukan dari mahasiswa sangat kami hargai. Yang bisa langsung dieksekusi akan segera dilaksanakan, sedangkan yang menyangkut regulasi perlu waktu dan koordinasi,” jelasnya.

Namun, BEM tidak tinggal diam. Sebagai bentuk desakan serius, Izet memberikan tenggat waktu selama 7×24 jam kepada pihak rektorat untuk merealisasikan tuntutan tersebut. Bila tidak dipenuhi, mereka mengancam akan turun ke jalan dengan aksi demonstrasi berskala besar.

“Kami beri waktu 7×24 jam. Jika tidak ada tindak lanjut, kami akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” tegas Izet menutup pernyataannya.

banner 325x300
Penulis: AisyahEditor: Ahmad Faiq
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *