LPM Semesta – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Madura (DPM-U) menggelar forum audiensi bertajuk Parlemen Oposisi bersama pihak Rektorat pada Rabu, 23 April 2025. Bertempat di ruang Rektor UNIRA, kegiatan ini menjadi ruang diskusi kritis guna mendorong tata kelola kemahasiswaan yang lebih transparan, partisipatif, dan progresif.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi internal serta respons terhadap berbagai aspirasi mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan. Dalam forum tersebut, DPM Universitas Madura menyampaikan sejumlah tuntutan yang dinilai penting dan mendesak untuk segera ditindaklanjuti.
Turut hadir dalam forum ini Rektor Universitas Madura, Wakil Rektor I Dra. Sri Harini yang membidangi urusan akademik, serta Wakil Rektor II Dr. Win Yuli Wardani yang menangani administrasi dan keuangan.
“kami akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dalam waktu yang telah disepakati. Namun, kami akan mengkoordinasikan terlebih dahulu dengan Wakil Rektor III yang membidangi kemahasiswaan, karena dari beberapa tuntutan masuk dalam kewenangannya,” Tegasnya.
Ketua DPM, Erwin Candra, menyampaikan apresiasinya terhadap keterbukaan pihak Rektorat. “Kami akan mengawasi dan mengawal sampai semua tuntutan tercapai dan terlaksana. Jika ini hanya pemanis, kami akan melakukan advokasi lanjutan,” tegasnya.
Forum ini menegaskan peran strategis DPM sebagai wadah aspirasi mahasiswa dan mitra kritis dalam mengawal kebijakan kampus.














