MAROS – lpmsemesta – Masjid di Dusun Katoang, Desa Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, kini tak lagi tanpa nama. Berkat inisiatif dan kerja keras Misbahul Arifin, seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan dari Universitas Madura (Unira) Pamekasan, serta rekan-rekan satu poskonya, masjid tersebut kini memiliki papan nama yang representatif.
Ide ini bermula dari diskusi Misbahul Arifin dengan Kepala Dusun Katoang, Bapak Suardi, pada Senin, 7 Juli 2025. Bapak Suardi mengungkapkan keresahannya mengenai masjid di dusunnya yang seringkali ditanyakan identitasnya oleh pendatang. “Kok masjidnya tidak punya nama?” menjadi pertanyaan umum yang kerap dilontarkan.
“masjid tersebut seperti tidak mempunyai identitas ( nama ) banyak orang baru yang berkunjung ke dusun katoang menanyakan hal tersebut seperti “ kok masjidnya tidak punya nama” dan masi ada pertanyaan pertanyaan yang lain” ungkap pak Suardi.
Kondisi ini diperparah dengan sikap apatis masyarakat terhadap fasilitas masjid dan minimnya dana kas bulanan masjid Baiturrahman yang hanya mencapai Rp20.000. Konfirmasi dari takmir masjid pun memperkuat keluhan kepala dusun.
“papan nama tersebut tidak bisa mengandalkan uang kas bulanan karena miris pendapatan kas di masjid tersebut 1 bulan hanya mendapatkan 20.000” tutur pak Mansyur, takmir masjid.
Melihat kondisi tersebut, Misbahul Arifin dan tim KKN memutuskan untuk mengambil langkah nyata. Mereka berinisiatif membuat papan nama masjid dengan tujuan memberikan identitas resmi, mempermudah akses informasi, dan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa KKN Kebangsaan.
Proses pembuatan papan nama ini tidaklah mudah. Keterbatasan kendaraan dan jarak toko material yang mencapai sekitar 30 kilometer dari posko memaksa mereka untuk membeli bahan secara bertahap. Tim KKN harus mengandalkan kebaikan masyarakat untuk meminjamkan sepeda motor, bahkan tak jarang harus berjalan kaki jika tidak menemukan pinjaman. Setelah delapan hari mengerjakan, akhirnya papan nama masjid tersebut siap dipasang.

Tepat pada Selasa, 15 Juli 2025, papan nama masjid resmi terpasang dengan bantuan rekan-rekan posko dan Bapak Kepala Dusun. Kehadiran papan nama ini disambut hangat oleh masyarakat Dusun Katoang. Banyak warga yang merasa senang dan bangga karena masjid kini terlihat lebih rapi, mudah dikenali, dan terawat.
“Papan nama itu bikin masjid jadi lebih ‘hidup’,” ujar salah seorang warga. Mereka merasa masjid menjadi lebih terbuka bagi pendatang atau musafir yang baru pertama kali mengunjungi dusun.
Program ini diharapkan dapat memberikan pandangan bahwa hal yang besar dapat dimulai dari hal-hal kecil.
“Saya harap program ini pandangan bahwa, perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, dan hadirnya mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pengamat, tapi sebagai pelaku perubahan yang merakyat” tutup Misbahul.















