lpmsemesta.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) Universitas Madura sukses menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Gebyar Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (GEMA FIA 2026) sekaligus Seminar Nasional pada Jumat, 08 Mei 2026 bertempat di Laboratorium Bersama L3 Universitas Madura. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Seminar nasional kali ini mengangkat tema “Revitalisasi Peran Mahasiswa Dalam Sistem Demokrasi dan Sistem Politik di Indonesia”. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Madura, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi, anggota Komisi VIII DPR RI Ibu H. Ansari, dosen, serta mahasiswa Universitas Madura.
Gubernur BEM Fakultas Ilmu Administrasi, Moh Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam dunia pendidikan, karier, dan politik. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat maupun pemerintahan.
“Dari Ibu Ansari ini kita melihat bahwa seorang wanita bisa berkarir, seorang wanita juga bisa menjadi dewan. Maka saya tekankan jangan jadikan gender sebagai penghalang. Mari hilangkan stigma bahwa perempuan hanya identik dengan sumur, kasur, dan dapur, karena kita memiliki hak yang sama,” ungkap Riyan.
Sementara itu, Rektor Universitas Madura, Bapak Ghazali, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran anggota Komisi VIII DPR RI dalam kegiatan tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Ansari karena telah hadir di Universitas Madura untuk menyerap aspirasi dalam rangkaian Dies Natalis Unira yang diadakan oleh BEM FIA, dan semoga ibadah haji yang akan berangkat tanggal 10 bisa menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Ibu H. Ansari selaku anggota Komisi VIII DPR RI menekankan pentingnya mahasiswa meningkatkan intelektualitas serta bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, mahasiswa merupakan harapan masyarakat dan memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi di Indonesia.
“Ketika kita berbicara revitalisasi, yang harus kita siapkan dan lakukan pertama adalah intelektualitas kita, mengisi ruang diskusi dengan hal positif dan lebih bermakna. Kedua, kita juga harus menata literasi digital sehingga bisa bijak dalam memanfaatkan media digital. Banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini karena kurang bijaknya dalam memanfaatkan digital,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa harus aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus agar mampu memberikan manfaat nyata ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Karena ketika berbicara mahasiswa, maka yang akan terbit adalah harapan. Kalian adalah harapan masyarakat kita. Jika kita bicara negara demokrasi, suara rakyat adalah hal yang terpenting dan mahasiswa adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Jika ingin revitalisasi, maka mahasiswa juga harus aktif di organisasi intra dan ekstra, karena ketika kita back to society itu akan terasa manfaatnya,” tambahnya.














