Lpmsemesta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (Unira) sukses menggelar Sarasehan Nasional bertajuk “Migas dan Tembakau dalam Pusaran Ekonomi Madura”, Senin, 23 Juni 2025. Bertempat di Laboratorium Unira, acara ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-47 dan dihadiri oleh mahasiswa, civitas akademika, serta para pakar dari berbagai sektor.
Sarasehan ini bertujuan menggugah kesadaran publik dan para pemangku kebijakan terhadap potensi strategis sektor migas dan tembakau yang selama ini dinilai belum terkelola secara optimal di Madura. Forum ilmiah ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan berbasis akademik yang mendukung pembangunan ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.
Sejumlah tokoh lintas disiplin turut hadir sebagai narasumber, antara lain:
• H. Khairul Umam (Ketua P4TM & CEO Bawang Mas)
• M. Khairul Umam, S.Pd., M.Pd. (Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan)
• Slamet Ariyadi, S.Psi., M.I.P. (Anggota DPR RI)
• Prof. Dr. Fajar Supanto, M.Si. (Pakar Ekonomi)
• Dr. Cand. Mohammad Rudiyanto, M.Pd. (Akademisi & Pengusaha Migas)
• Tamsul, S.E. (Mantan Direktur BUMD PT Geliat Sampang Mandiri)
Presiden Mahasiswa Unira, Izet Alfian Fatahillah, menyampaikan harapan besarnya atas dampak sarasehan ini, khususnya dalam mendorong lahirnya regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat Madura.
“Sarasehan ini kami gelar sebagai upaya mengangkat isu strategis yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat Madura. Kami ingin memastikan bahwa potensi migas dan tembakau tidak sekadar jadi wacana eksplorasi, tetapi benar-benar membawa dampak ekonomi nyata bagi warga Madura,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sektor migas dan tembakau memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak perekonomian daerah, namun selama ini belum memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat.
“Lewat forum ini, kami mendorong lahirnya kajian akademik yang bisa kami dorong kepada pihak legislatif sebagai rekomendasi kebijakan. Kami ingin hasil bumi Madura benar-benar kembali kepada rakyat Madura,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unira, Dr. Drs. Ec. Ghazali, MM, dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa potensi Madura tidak hanya terbatas pada sektor migas dan tembakau. Ia menyoroti pentingnya mengoptimalkan potensi garam serta memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pengelola sumber daya lokal.
“Peluang pengembangan BUMD sangat besar. Tidak hanya mengelola sumber daya alam, tetapi juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal. Madura punya potensi menjadi salah satu pusat industri nasional,” ujarnya.
Sarasehan ini menjadi momentum penting bagi Unira dan generasi muda Madura untuk mengambil peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis kekayaan lokal yang dikelola secara berkeadilan dan berkelanjutan.
















