PAMEKASAN – lpmsemesta – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 12 dari Universitas Madura mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik jenis Bokashi untuk warga Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, pada Sabtu (2/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para petani dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat pupuk ramah lingkungan menggunakan bahan-bahan lokal, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesuburan tanah.
Pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah warga dan perangkat desa, termasuk Kepala Desa Majungan, Bapak Subahnan. Dalam sambutannya, Bapak Subahnan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengetahuan baru, tetapi juga bisa diterapkan langsung untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Majungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang mahal.
“Pupuk bokashi tidak hanya lebih murah, tetapi juga lebih aman bagi lingkungan, memperbaiki struktur tanah, dan dapat menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang,” kata Subahnan.
Cara Pembuatan Pupuk Bokashi
Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN mengajarkan cara membuat pupuk bokashi dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, seperti:
Air
EM4 (mikroorganisme efektif)
Tetes tebu
Feses (kotoran) sapi dan ayam
Serutan kayu atau dedak
Arang sekam
Proses pembuatannya diawali dengan melarutkan EM4 dan tetes tebu ke dalam air, lalu didiamkan selama beberapa jam agar mikroorganisme berkembang biak. Campuran ini kemudian diaduk secara merata dengan bahan-bahan lainnya. Setelah itu, adonan pupuk difermentasikan dalam kondisi kedap udara selama 7 hingga 21 hari hingga siap digunakan.
Koordinator Desa (kordes) KKN posko 12 menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu program kerja yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.
“Pembuatan pupuk ini adalah proker yang sangat kami harapkan bisa membantu masyarakat Desa Majungan yang mayoritas petani. Semoga dengan proker ini, sedikit banyak bisa membantu petani Majungan untuk membuat pupuk dengan lebih ramah lingkungan dan biaya murah,” katanya.
Selain pelatihan ini, mahasiswa KKN Universitas Madura juga berencana mengadakan penyuluhan pertanian berkelanjutan dan membantu petani menerapkan pupuk organik di lahan mereka.














