LPMSEMESTA– Dalam rangka Dies Natalis ke-48 Universitas Madura (UNIRA) gelar kegiatan doa bersama yang melibatkan civitas akademika dan masyarakat pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB di Gedung Aula Rektorat Lantai 3. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai universitas sekaligus membangun sinergi antara kampus dan lingkungan sekitar. Sabtu, (02/05/2026).
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dies natalis yang akan berlangsung hingga tanggal 31 Mei nanti.
Rektor UNIRA, Dr. Drs. Ec. H. Gazali, M.M., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penerapan university value atau nilai universitas sebagai fondasi utama dalam pengembangan perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa nilai tersebut sejalan dengan konsep corporate culture atau budaya organisasi yang harus disosialisasikan, diinternalisasikan, dan diimplementasikan secara nyata.
“Nilai ini masih baru, sehingga perlu proses sosialisasi dan internalisasi secara berkelanjutan. Ini menjadi bagian dari peluncuran yang kita angkat dalam tema Dies Natalis ke-48 ini,” ujarnya.
Gazali juga menjelaskan bahwa konsep “TEDUH” yang diusung sebagai identitas kampus merupakan akronim yang nantinya akan dijabarkan lebih rinci melalui indikator-indikator khusus. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi ciri khas UNIRA dalam membangun budaya akademik yang unggul dan humanis.
Sementara itu, Pengasuh Puncak Darussalam Boarding School, KH. Abd Hannan Tibiyan, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya keteladanan dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pendidikan tidak cukup hanya bersifat normatif, tetapi harus mampu melahirkan generasi ulul albab yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual dan spiritual.
“Nilai bukan hanya sebatas norma formal, tetapi harus menghasilkan sesuatu yang nyata dan berdampak,” tegasnya.
Menurutnya, keteladanan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik. Ia menambahkan bahwa untuk menciptakan generasi yang unggul, diperlukan sinergi antara kekuatan manajemen, kekuatan iman, dan kekuatan teori.
“Ketiga aspek ini harus disatukan agar mampu menghasilkan sesuatu yang besar. Kita tidak boleh berhenti dalam proses ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, KH. Abd Hannan menegaskan bahwa iman yang lemah tidak akan mampu melahirkan kebaikan. Oleh karena itu, penguatan iman harus menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan, serta diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar konsep atau jargon.
Antusiasme juga datang dari kalangan mahasiswa. Perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian (DPM-FP) UNIRA, Rohib, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai doa bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kebersamaan antara kampus dan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Kami sangat antusias mengikuti rangkaian Dies Natalis ke-48 ini,” ungkapnya.
Rohib juga mengapresiasi kehadiran KH. Abd Hannan Tibiyan sebagai pemateri yang dinilai mampu memberikan inspirasi besar, baik dari sisi intelektual maupun spiritual.
“Pesan yang disampaikan tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual kami sebagai generasi muda,” tambahnya.
Acara ini ditutup dengan pemberian cinderamata berupa buku karya beberapa dosen universitas Madura.














